Jakarta — Tren gaya hidup anak muda kembali berubah drastis. Jika beberapa tahun terakhir generasi muda identik dengan kehidupan yang selalu terhubung dengan gadget dan media sosial, kini muncul tren baru yang justru kebalikannya: digital detox.
Digital detox adalah gaya hidup dengan cara mengurangi penggunaan ponsel, media sosial, dan perangkat digital untuk sementara waktu. Tren ini mulai viral di berbagai platform setelah banyak kreator konten membagikan pengalaman mereka hidup tanpa ponsel selama beberapa hari.
Video dengan tema “24 jam tanpa HP”, “seminggu tanpa media sosial”, hingga “hidup tanpa notifikasi” berhasil menarik jutaan penonton. Banyak anak muda mengaku merasa lebih tenang, lebih fokus, dan lebih bahagia setelah mencoba gaya hidup ini.
Muncul karena Kelelahan Digital
Para pakar gaya hidup menyebut fenomena ini sebagai bentuk kelelahan digital. Selama bertahun-tahun, generasi muda hidup dengan arus informasi yang tidak pernah berhenti—mulai dari notifikasi pesan, berita viral, hingga tekanan media sosial.
Akibatnya, banyak orang mulai merasa stres, sulit tidur, hingga kehilangan fokus. Digital detox kemudian dianggap sebagai solusi untuk mengembalikan keseimbangan hidup.
“Banyak anak muda mulai sadar bahwa terlalu lama menatap layar bisa mempengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial mereka,” ujar seorang pengamat budaya digital.
Aktivitas Offline Kembali Populer
Menariknya, tren ini juga membuat berbagai aktivitas offline kembali populer di kalangan anak muda, seperti:
membaca buku fisik
olahraga outdoor
journaling atau menulis diary
nongkrong tanpa gadget
traveling tanpa fokus membuat konten
Beberapa kafe bahkan mulai menyediakan zona bebas gadget agar pengunjung bisa menikmati waktu tanpa gangguan notifikasi.
Viral di Media Sosial
Ironisnya, tren digital detox justru menjadi viral di media sosial. Tagar terkait gaya hidup ini telah digunakan jutaan kali oleh pengguna internet yang ingin berbagi pengalaman mereka mencoba hidup lebih sederhana dan tenang.
Bagi sebagian anak muda, digital detox bukan hanya sekadar tren sesaat. Mereka melihatnya sebagai cara untuk mengembalikan kontrol atas waktu, perhatian, dan kesehatan mental di tengah dunia yang semakin digital.
“Kadang kita tidak perlu menjauh dari dunia, cukup menjauh sebentar dari layar,” tulis seorang pengguna media sosial dalam unggahan yang viral.
Red